Sejarah

Mengawali suksesnya sejak tahun 1955 silam, usaha kecap cap udang kini menjadi bisnis keluarga yang cukup melegenda dan berhasil menjalankan roda usahanya hingga lebih dari 80 tahun. Dikatakan lebih dari 80 tahun, karena pada awalnya usaha kecap merek Udang ini merupakan kelanjutan dari bisnis kecap generasi sebelumnya yang diberi nama Kecap Cap Potret dan dirintis pada tahun 1930. Yang dikelola oleh Kwee Yoe Koei, kemudian diteruskan oleh putrinya bernama Kwee Tien Nio yang dibantu oleh adiknya yang bernama Kwee Swan Loo.

Memasuki tahun 1955, Ibu Kwee Swan Loo (Kustinah Raharjo) bersama suaminya Bpk. Oei Hok Hoo mencoba membuat dan memasarkan kecap sendiri yang diberi nama kecap Cap Udang, di Jalan Siswa Purwodadi, Jawa Tengah. Nama Cap Udang sendiri merupakan pemberian dari sang suami Bpk. Oei Hok Hoo yang terinspirasi oleh salah satu merek teh di masa itu. Siapa sangka bila merek Cap Udang tersebut cukup mengena di hati para konsumen, sehingga perkembangan bisnis kecap Oei Hok Hoo semakin hari berkembang dengan pasti dan semakin dikenal luas masyarakat setempat maupun daerah lain di sekitarnya.

Dengan mempertahankan tradisi dan juga resep Warisan leluhur, serta proses pengolahan kecap secara manual (tanpa bantuan teknologi ataupun mesin modernkecap-udangs), kecap Cap Udang memiliki kualitas produk yang cukup unggul dibandingkan dengan kecap lainnya yang ada di sekitar Grobogan, Purwodadi. Karena Kecap cap Udang juga dibuat :
1.    Tanpa bahan pengawet
2.    Tanpa Bahan Pewarna
3.    Tanpa Bahan Pengental
Rasanya yang nikmat, gurih, berprotein tinggi, serta memiliki harga jual yang sangat terjangkau, menjadikan kecap Cap Udang sebagai salah satu oleh-oleh wajib bagi para wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.
Kini di tangan generasi berikutnya, usaha Kecap Cap Udang semakin berkembang dengan pesat dan masih diproduksi sampai sekarang.

 

Ver peliculas online